Kamis, 19 November 2009

metode drill dan penggunaannya

Pujiono (202008062)
Metode pembelajaran
Metode mengajar adalah cara yang ditempuh guru untuk
menciptakan suasana pengajaran yang benar-benar menyenangkan dan
mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar
anak yang memuaskan. (Sunaryo, 1995).

METODE DRILL (LATIHAN)

Drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu. Kata latihan mengandung arti bahwa sesuatu itu selalu diulang-ulang, akan tetapi bagaimanapun juga antara situasi belajar yang pertama dengan situasi belajar yang realistis, ia akan berusaha melatih keterampilannya. Bila situasi belajar itu diubah-ubah kondisinya sehingga menuntut respons yang berubah, maka keterampilan akan lebih disempurnakan.

Ada keterampilan yang dapat disempurnakan dalam jangka waktu yang pendek dan ada yang membutuhkan waktu cukup lama. Perlu diperhatikan latihan itu tidak diberikan begitu saja kepada siswa tanpa pengertian, jadi latihan itu didahului dengan pengertian dasar.

Drill wajar digunakan untuk :
o Kecakapan motoris, misalnya : menggunakan alat-alat (musik, olahraga, menari, pertukangan dan sebagainya).
o Kecakapan mental, misalnya: Menghafal, menjumlah, menggalikan, membagi dan sebagainya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
o Tujuan harus dijelaskan kepada siswa sehingga selesai latihan mereka diharapkan dapat mengerjakan dengan tepat sesuai apa yang diharapkan.
o Tentukan dengan jelas kebiasaan yang dilatihkan sehingga siswa mengetahui apa yang harus dikerjakan.
o Lama latthan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa.
o Selingilah latihan agar tidak membosankan.
o Perhatikan kesalahan-kesalahan umum yang dilakukan siswa untuk perbaikan secara kiasikal sedangkan kesalahan perorangan dibetulkan secara perorangan pula.

Langkah – langkah penggunaan metode drill tingkat SD:

a. Siswa diberikan latihan soal perkalian bersusun satu angka
dikalikan tiga angka secara terus – menerus.
b. Siswa diminta menghafalkan perkalian seperti pada tabel perkalian
sehingga siswa mudah dalam menyelesaikan soal perkalian bersusun.
c. Siswa diberikan latihan soal perkalian bersusun dua angka dengan
tiga angka.

Dengan metode drill ini, akan meningkatkan penguasaan siswa
mengenai operasi perkalian bersusun dan menumbuhkan minat siswa
dalam pelajaran matematika.




Contoh Langkah Mengerjakan Perkalian Bersusun Pada Anak SD

Contoh perkalian 1 angka dengan tiga angka
Cara bersusun panjang




Alat Penilaian
Untuk mengetahui hasil pembelajaran digunakan tes sebagai
tolak ukurnya.
Tes adalah latihan keterampilan dan kemampuan atau bakat
yang dimiliki individu atau kelompok.

Macam – macam tes :
a. Tes Awal (Pre Tes)
Tes awal dilakukan sebelum pembelajaran inti dimulai. Tes awal
dimaksudkan untuk menjajagi kemampuan siswa.
b. Tes Akhir (Post Tes)
Tes akhir dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran
mencapai tujuan yang ditetapkan.
Tes ini untuk mengetahui keberhasilan siswa mengikuti
kegiatan pembelajaran. Hasilnya digunakan sebagai acuan untuk melihat
kemajuan prestasi siswa dalam mengikuti program pembelajaran. Serta
untuk menganalisa data dan merefleksi tindakan berikutnya. Hasil
pembelajaran siswa diperiksa, dianalisa untuk menentukan letak kesulitan
dalam menyelesaikan soal.

Kelebihan dan kelemahan :

Kelebihan :
o Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
o Siswa siap menggunakan keterampilannya karena sudah dibiasakan.


Kelemahan :
o Siswa cenderung belajar secara mekanis.
o Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
o Dapat rnenyebabkan kebosanan.
o Mematikan kreasi siswa.
o Menimbulkan verbalisme (tahu kata-kata tetapi tak tahu arti).


Cara mengatasi kelemahan metode drill
o menggunakan variasi metode pembelajaran yang lain
o Mengajak siswa belajar dengan penemuan terbimbing

Metode role playing (bermain peran)
adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati
Langkah-langkah :
1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM
3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
6. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
7. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.
8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
10. Evaluasi
11. Penutup

Kelebihan role playing
• Untuk mengajar peserta didk supaya ia bisa menempatkan dirinya dengan orang lain
• Guru dapat melihat kenyataan yang sebenarnya dari kemampuan peserta didik
• Sosiodrama dan permainan peran menimbulkan diskusi yang hidup
• Metode sosiodrama dapat menarik minat peserta didik
• Melatih peserta didik untuk berinisiatif dan berkreasi

Kelemahan Metode Sosiodrama
• Sukar untuk memilih anak-anak yang betul-betul berwatak untuk memcahkan masalah tersebut
• Anak-anak yang tidak mendapat giliran akan menjadi pasif
• Kalau guru kurang bijaksana tujuan yang dicapai tidak memuaskan















Cara mengatasi kelemahan role playing
o Diusahakan melibatkan semua anak
o Tujuan pembelajaran harus jelas

1 komentar: